Bahan Bakar Nabati sebagai Sumber Energi

PLN menargetkan bahan bakar nabati sebagai sumber energi baru terbarukan--Untuk memaksimalkan bauran energi, menekan biaya produksi dan memanfaatkan ketersediaan bahan baku nabati (BBN) sebagai sumber energi pembangkit PLTU, PLN bersama Pemerintah (melalui Kementerian ESDM), menargetkan penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) atau biofuel pada pembangkit listrik sebesar 20% dari total kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun 2014 atau sebesar 808 ribu kiloliter dan pemanfaatan Pure Palm Oil (PPO) sebesar 6% atau setara 34 ribu kiloliter.

Pemenuhan target tersebut cukup menantang, mengingat adanya keterbatasan pasokan BBN untuk wilayah-wilayah dengan ketergantungan terhadap BBM yang tinggi, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Penggunaan BBN sementara ini hanya dapat diaplikasikan untuk wilayah Indonesia bagian Barat (Sumatera dan Kalimantan).

Oleh karena itu PLN menjalin kerjasama dengan  Indonesia Clean Energy Development (ICED) Project – USAID, di mana program ICED ini telah memberikan dukungan yang kesekian kalinya dalam rangka mendorong pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. PLN juga mengundang narasumber dari perusahaan listrik di Hawaii, Hawaiian Electric Company, Inc. (HECO) yang telah berhasil menerapkan penggunaan biofuel pada Pembangkit Listrik Gas  Turbin, sehingga terlepas dari ketergantungan terhadap BBM yang mahal.

PLN telah menerapkan penggunaan BBN dan PPO ini pada beberapa pembangkit di Sumatera dan Kalimantan tengah yang memiliki sumberdaya melimpah dari perkebunan skala besar di wilayah tersebut. Dimasa mendatang aplikasi penggunaan BBN dan PPO akan ditingkatkan, sehingga persentasi bauran energi dari sumber energi baru terbarukan ini meningkat, dan biaya pokok produksi listrik dapat dikurangi.

Leave a Reply