Tenaga Kerja dan Infrastruktur Menjadi Pertimbangan

Sebuah survei dilakukan oleh Grant Thornton’s International Business Report (IBR) dengan skala internasional melihat prospek bisnis di berbagai negara. Parameter utama dari prospek bisnis ini adalah tenaga kerja dan infrastruktur yang tersedia. Dalam survei ini, ada 60 negara yang di survei, dimana Indonesia adalah salah satu negara tersebut.

Dalam hasil surveinya pada bidang ketenagakerjaan, Indonesia ditempatkan pada posisi ketiga secara global. Menurut Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani, perihal ketenagakerjaan Indonesia dilihat dari aspek tingkat pengangguran yang rendah dan pertumbuhan produktifitas tenaga kerja yang signifikan, yang membuat Indonesia berada pada urutan ketiga secara global.

Namun nilai tambah tersebut ternyata tidak berbanding lurus dengan pengakuan para pebisnis global untuk mengakui keunggulan Indonesia sehingga dapat dilirik oleh para pelaku bisnis internasisonal.

Dari hasil survei tersebut menunjukan bahwa dari kalangan bisnis terdapat 19% yang menginginkan ketersediaan tenaga kerja terampil pendorong utama untuk memilih lokasi bisnis dan investasi. Sementara 25% para pelaku bisnis memilih ketersediaan tenaga kerja yang murah untuk menjadi sasaran bisnisnya.

Namun faktor yang paling besar yang dimiliki Indonesia dan menjadi pertimbangan bagi para pebisnis untuk melakukan usaha di Indonesia adalah karena kedekatan Indonesia dengan rantai pasokan perusahaan, atau dapat dikatakan bahwa Indonesia telah memiliki sistem industri yang terintegrasi. Sebanyak 45% pebisnis mempertimbangkan faktor tersebut. Untuk industri pakaian, otomotif, industri makanan tentu sudah memiliki pasar yang jelas, yaitu 200 juta lebih penduduk Indonesia. Industri terkait infrastuktur, seperti besi, semen, atau aspal juga amat dibutuhkan dengan pembangunan yang sedang gencar dilakukan pemerintah.

Johanna Gani menilai bahwa Indonesia menawarkan peluang menarik dan banyak investor paham situasi ini. Pebisnis sesungguhnya merasa untung beroperasi di Indonesia, ujarnya menjelaskan, seperti dikutip dalam Tribunnews.

Jika pemerintah Indonesia dapat memanfaatkan potensi tersebut ditambah dengan berjalannya pembangunan infrastruktur, maka bukan hal yang tak mungkin pada akhirnya Indonesia menjadi salah satu sasaran utama bagi para pelaku bisnis dunia.

Sumber: kabarburuh.com dengan beberapa perubahan

Leave a Reply