Penerbangan Bersejarah Cengkareng-Silangit

Danau Toba dilihat dari Bakara

Danau Toba dilihat dari Bakara

Janji Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan destinasi wisata Danau Toba bukan omong kosong. Hari ini, Selasa (22/3) pagi, 08.20 WIB, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-268 melakukan penerbangan bersejarah Cengkareng-Silangit. Ini adalah penerbangan perdana sebagai langkah maju pasca kunjungan kerja presiden ke Toba, 1 Maret 2016 lalu.

“Terima kasih Garuda Indonesia. Terima kasih Angkasa Pura II. Terima kasih Kemenhub dan Kemen-BUMN. Saya berharap penerbangan perdana ini menjadi penanda percepatan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Danau Toba, yang tengah digodok oleh Tim Percepatan 10 Top Destinasi Pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta, Senin (21/3).

Toba adalah satu dari 10 Bali Baru yang digagas Presiden Jokowi untuk mempercepat menuju target 12 juta wisman di tahun 2016, dan 20 juta di tahun 2019. Presiden sempat meninjau fasilitas bandara Silangit, yang akhirnya diputuskan untuk diperpanjang landasannya dari 2.400 menjadi 2.650 meter, dan lebar dinaikkan dari 30 meter, menjadi 45 meter. Termasuk perluasan terminal penumpang, agar mampu menampung lebih banyak penumpang dan pengantar.

Apa yang dilakukan oleh Presiden dengan percepatan Bandara Silangit ini boleh dibilang, ngebut. Diawali dari Ratas Presiden Jokowi 2 Februari 2016 di Kantor Presiden. Sebulan kemudian, peninjauan ke lokasi 1 Maret 2016. Dan, 22 Maret sudah penerbangan perdana, yang nantinya akan diterbangi 3 kali seminggu.

“Presiden Joko Widodo sudah menggariskan, tahun 2016 sebagai tahun percepatan. Jadi langkah dua BUMN itu Garuda Indoensia dan Angkasa Pura II sangat responsif. Tentu juga Kemenhub, yang juga sudah melakukan mendalaman pengembangan Bandara Silangit,” begitu kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Selain itu, kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga terus mengebut pembangunan akses dari Kuala Namu ke Tebing Tinggi. Juga pelebaran jalan sampai Parapat. Kemenhub yang melakukan percepatan terhadap pelebaran runway bandara Silangit itu. “Spirit Indonesia di percepatan 10 top destinasi ini bisa menjadi model pembangunan di semua lini,” jelas dia.

PT Angkasa Pura II (Persero) sendiri, sebagai pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Silangit, mendukung layanan penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta – Silangit – Jakarta, yang akan dilayani tiga kali setiap minggunya dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet.” Kapasitasnya tidak banyak, hanya 96 penumpang dengan konfigurasi semua kelas ekonomi, dua-dua.

Komitmen Budi Karya Sumadi, Dirut AP II itu juga sekaligus untuk mendukung untuk mengembangkan konektivitas penerbangan di kawasan Barat. Selain meningkatkan pariwisata di kawasan Danau Toba, sinergi antara BUMN ini juga mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan di Silangit, dan Sumut.

“PT Angkasa Pura II berterimakasih atas dukungan dari seluruh pihak diantaranya Kemenhub, Kemenpar Pemkab Tapanuli Utara, dan Pemprov Sumatera Utara sehingga penerbangan langsung Jakarta-Silangit cepat realisasi. Kami optimistis wisatawan mancanegara dan domestik makin tertarik ke Danau Toba karena mudahnya akses dan waktu tempuh yang hanya 30 menit hingga 1 jam dari Bandara Silangit,” kata Budi Karya Sumadi.

Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo cukup bersemangat atas sinergi Garuda dan AP II itu. Dia berharap ini tidak hanya akan memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan, namun juga dapat memberikan kontribusi positif  bagi negara khususnya dalam bidang pengembangan pariwisata nasional.

Danau Toba siap Jadi Destinasi Wisata

“Pembukaan rute Jakarta – Silangit itu untuk pengembangan jaringan di wilayah barat. Ini juga wujud komitmen Garuda mendukung program pengembangan destinasi Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Destinasi Wisata Prioritas di Indonesia dan menumbuhkan pusaran ekonomi baru,” tambah Arif Wibowo.

Selama ini, jika orang ingin berwisata ke Danau Toba maupun berziarah ke desa dan kebudayaan Suku Batak, mereka harus menempuh perjalanan 5-6 jam dari Medan atau Kualanamu. Kini, dengan adanya akses langsung menuju Silangit, perjalanan ini terpangkas hampir 80 persennya. Momen libur panjang Paskah ini menjadi barometer bagi pengembangan pariwisata Danau Toba. Maju terus Indonesia!

Sumber: suara pembaruan.com, dengan beberapa perubahan

Leave a Reply